Manchester United , Juara FA Cup di Bawah Ten Hag yang Terancam Dipecat!

Spread the love

Berita Terupdate – Manchester United mencengangkan publik dengan meraih kemenangan dramatis atas rival sekota mereka, Manchester City, di final Piala FA. Kemenangan ini diraih di bawah Erik ten Hag, sang manajer yang terancam dipecat meski baru menjabat dua tahun.1

Ten Hag di Ambang Pemecatan?

Ten Hag menjalani pertandingan derby Manchester ini dengan bayang-bayang pemecatan. Kedatangan Sir Jim Ratcliffe sebagai pemilik baru Manchester United memunculkan spekulasi bahwa Ten Hag akan diganti, terlepas dari apapun hasil pertandingan.

Namun, United justru tampil luar biasa dan meraih kemenangan yang sensasional. Kemenangan ini bisa menjadi momen terindah dalam karier kepelatihan Ten Hag, sekaligus menjadi pencapaian terbaik United dalam beberapa tahun terakhir.

Dominasi United di Babak Pertama

Kemenangan United diraih berkat penampilan luar biasa di babak pertama. Mereka unggul dua gol melalui Alejandro Garnacho dan Kobbie Mainoo. Gol Garnacho lahir dari kesalahan kiper City, Stefan Ortega, dan Josko Gvardiol yang membuat gawangnya kosong. Sementara gol Mainoo tercipta setelah kerja sama tim yang apik, diselesaikan dengan tenang usai menerima umpan terobosan Bruno Fernandes.

City Gagal Comeback

City mendominasi jalannya pertandingan di babak kedua. Erling Haaland nyaris mencetak gol, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang. Beberapa peluang emas juga dimiliki Kyle Walker dan Julian Alvarez, namun gagal dimaksimalkan.

Upaya City membuahkan hasil jelang pertandingan usai. Pemain pengganti mereka, Jeremy Doku, berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Namun, Manchester United mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.

Kemenangan ke-13 United di Piala FA

Kemenangan ini memastikan United meraih gelar juara Piala FA ke-13 sepanjang sejarah mereka. Ini sekaligus menjadi gelar juara Piala FA pertama mereka sejak tahun 2016.

Ten Hag: Antara Dipecat atau Tetap Bertahan?

Selebrasi gembira bersama Lisandro Martinez usai pertandingan memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Ten Hag. Ratcliffe, yang akan mengambil keputusan terkait masa depan Ten Hag, terlihat semringah usai pertandingan. Ini mungkin menjadi sinyal positif bagi Ten Hag.

Perjalanan United Menuju Wembley

Perjalanan United menuju Wembley tidaklah mudah. Mereka menang dramatis 4-3 atas Liverpool di perempat final berkat gol kemenangan Amad Diallo di masa perpanjangan waktu. Di semifinal, mereka nyaris tersingkir usai ditahan imbang 3-3 oleh tim divisi Championship, Coventry City, sebelum akhirnya menang adu penalti.

Mainoo dan Penampilan Terbaik United di Era Ten Hag

Berbeda dengan performa inkonsisten sepanjang musim, United tampil luar biasa di babak pertama. Mereka bermain dengan organisasi yang rapi dan serangan yang berbahaya. Gol kedua Mainoo tercipta lewat kerja sama tim yang indah. Umpan jauh Marcus Rashford disambut Garnacho, lalu umpan silang darinya diteruskan dengan sentuhan cerdas oleh Fernandes ke Mainoo yang dengan tenang menceploskan bola.

Mainoo tidak hanya mencetak gol, tetapi juga tampil tenang sepanjang pertandingan. Penampilan apiknya menjadikannya kandidat kuat untuk tampil sebagai starter timnas Inggris di laga pembuka Euro 2024 melawan Serbia.

Ten Hag, Pahlawan yang Terancam Pergi?

Ten Hag, yang sebelumnya dikritik habis-habisan, berhasil membawa United meraih kemenangan. Kemenangan ini juga meloloskan United ke Liga Europa musim depan. Ini bisa menjadi akhir yang manis bagi Ten Hag jika memang masa jabatannya akan segera berakhir.

Kekecewaan City

Harapan City untuk menjadi tim pertama yang meraih gelar ganda Liga Inggris dan Piala FA secara beruntun pupus akibat kekalahan ini. Pasukan Pep Guardiola tampil mengecewakan, terutama di babak pertama.

Kiper Ortega, yang tampil gemilang sebagai pemain pengganti saat City meraih gelar juara Liga Inggris, terlihat gugup. Kesalahan yang dibuatnya berujung pada gol pertama United.

Kekalahan ini memutus rekor impresif gelandang City, Rodri. Untuk pertama kalinya dalam 75 pertandingan bersama City, Rodri harus merasakan kekalahan.

Meski gagal menambah piala, City tetap bisa berbangga dengan gelar juara Liga Inggris yang mereka raih di laga terakhir melawan West Ham United.

BACA JUGA : BRUNO GUIMARAES JADI TARGET ARSENAL PADA TRANSFER MUSIM PANAS 2024

Related Posts

Ronaldo Dicerca habis-habisan Karena ‘Egois yang Kelewatan’ di Euro 2024

Spread the love

Spread the loveBerita Terupdate – Mantan gelandang Liverpool dan Jerman, Dietmar Hamann, mencap Cristiano Ronaldo sebagai pemain yang ‘egois’ dan meminta anak-anak untuk tidak mengikuti jejak pemain Portugal tersebut.1 Apa yang…

Seberapa Jauh Perbedaan Penilaian Ederson Antara Man City dan Al-Nassr?

Spread the love

Spread the loveBerita Terupdate – Meskipun Ederson sang penjaga gawang asal Brazil telah setuju untuk pindah ke Arab Saudi. Ternyata Manchester City dan Al-Nassr memiliki perbedaan penilaian yang cukup signifikan terhadap…

You Missed

Ronaldo Dicerca habis-habisan Karena ‘Egois yang Kelewatan’ di Euro 2024

Ronaldo Dicerca habis-habisan Karena ‘Egois yang Kelewatan’ di Euro 2024

Harapan Hurst Southgate Tetap Melatih Timnas Inggris

Harapan Hurst Southgate Tetap Melatih Timnas Inggris

Seberapa Jauh Perbedaan Penilaian Ederson Antara Man City dan Al-Nassr?

Seberapa Jauh Perbedaan Penilaian Ederson Antara Man City dan Al-Nassr?

Leicester City Women Miliki Pelatih Kepala Baru Pasca Pemecatan Kirk

Leicester City Women Miliki Pelatih Kepala Baru Pasca Pemecatan Kirk

Legenda Inggris Desak The Three Lions Gaet Jurgen Klopp sebagai Pelatih Berikutnya

Legenda Inggris Desak The Three Lions Gaet Jurgen Klopp sebagai Pelatih Berikutnya

Presiden Federasi Sepak Bola Kolombia Ramon Jesurun Franco Ditangkap Usai Insiden di Final Copa America

Presiden Federasi Sepak Bola Kolombia Ramon Jesurun Franco Ditangkap Usai Insiden di Final Copa America