Spread the love

Permen menjadi kesukaan semua umur mulai dari anak-anak hingga para orang tua karena rasanya yang manis dan cukup ringan. Manusia memakan bentuk lain dari gula ketika memakan permen. Tapi apakah sebenarnya Anda tahu sejarah dan budaya dari permen jadul yang kini punya banyak sekali bentuk dan rasa?

Asal-usul Permen Jadul Pertama Kali di Dunia

Mengenal Sejarah permen tidak pernah luput dari perkembangan rasa manis yang pertama kali berasa dari madu. Tentu saja ini dibuktikan dengan lukisan di Spanyol yang menunjukkan seorang pria memakan madu dari sarang lebah dengan sendok. Masyarakat Mesir kuno adalah orang pertama yang membuat permen pada tahun 2000 sebelum Masehi. Permen pada saat itu digunakan untuk berbagai upacara penyembahan dewa dan dewi.

Bahan baku permen di masa itu menggunakan madu, kurma, bua hara, kacang, dan rempah-rempah lainnya. Karena itu permen jadul tampak seperti kudapan ringan yang sangat menggoda sebagai sampingan setelah makanan berat.

Baca juga: WARGA INDONESIA SERING KENA RANDOM CHECK DI IMIGRASI BANGKOK, INI TIPS BIAR BISA MASUK KE THAILNAD

Tetapi dalam waktu yang bersamaan, orang Yunani juga membuat makanan manisa yang rasa manisnya terbuat dari sirup buah ara atau kurma. Bentuknya terbuat dari buah, batang, dan juga bunga. Tidak hanya masyarakat Mesir kuno dan Yunani, tetapi juga para masyarakat Romawi dan China membuat manisan gula dengan madu yang dipanaskan di dalam oven.

Negara Persia dan India juga melakukan kerja sama dalam penjualan gula merah dan permen sebagai bentuk dari benda mewah sekitar tahun 250. Resep rahasia dari pembuatan gula dan juga permen ini semakin tersebar luas yang terjadi pada tahun 642.

Adanya penyebaran tebu di seluruh dunia membantu perkembangan permen jadul yang kini semakin besar , hingga beberapa negara memasukkannya dalam semua makanan tradisional. Negara yang melakukan ini salah satunya adalah China dengan membuat jenis permen baru dari bahan seperti jahe, kacang, dan akar licorice, saat ini mudah untuk menemukan jenis permen ini.

Karamel ditemukan pada tahun 950 di Arab, dimana tujuan awalnya sebagai penghilang bulu atau rambut dan membuat patung dari pasta gula dalam bentuk pohon dan Binatang. Adanya kilang pembuatan gula pertama di dunia dengan sebutan “Candia” di sebuah pulau menjadi bukti kepuasaan akan rasa manis dari permen.

Tipe-tipe Permen Jadul dan Modern

Sejarah permen yang kini semakin berkembang pesat, bahkan selalu ada dalam berbagai acara ini masuk dalam kategori berbeda dari bentuk dan ukuran partikelnya. Kristal gula yang akan menentukan tekstur dari permen jadul maupun permen saat ini. Permen kristalin adalah ukuran kecil dari permen, sedangkan permen dengan ukuran besar sebagai permen nonkristalin. Ketika akan membuat permen kristalin atau nonkristalin bisa dengan mengontrolnya ketika memasak gula pada suhu tertentu dan atau menambahkan bahan makanan seperti sirup jagung.

Permen Kristalin

Permen kristalin terbuat dari partikel dengan bentuk geometri yang simetris. Jenis permen ini lembut, mulus, dan juga mudah ketika mengunyahnya. Beberapa contohnya yaitu marshmallow, nougat, fudge, dan fondant.

Permen Kristalin

Permen nonkristalin terbentuk dengan partikel tidak tersusun rapih dan tidak punya struktur geometri yang sempurna. Beberapa orang mengenal jenis permen ini sebagai amorf dengan tekstur keras atau alot. Beberapa contohnya seperti gummy bear, lollipop, karamel dan lain sebagainya.

Tidak hanya permen jadul, banyak permen yang masih menjadi konsumsi dalam beberapa kebudayaan atau acara-acara khusus negara dari sejarahnya hingga saat ini. Bahkan tidak sedikit juga yang menjadikannya sebagai souvenir atau buah tangan khusus dari sebuah tempat. Jadi, sekarang Anda semakin paham asal usul si permen manis yang menggoda ini kan?

Similar Posts